Menjadi Gay, Tapi Menikah Dengan Perempuan?

Setelah sekian lama tinggal di Bandung, minggu lalu akhirnya gw bisa nonton Q! Film Festival 2015 di Jakarta. Buat yang ga tau Q! Fest itu apa (especially for the gays, shame on you), Q! Fest itu kepanjangan dari Queer Film Festival, yang merupakan festival film yang diutamakan bagi kelompok LGBTIQ, tapi ga hanya bertemakan LGBTIQ saja, tetapi juga mengenai HIV/AIDS dan juga hak asasi manusia.

Q! Fest tahun ini diselenggarakan tanggal 12-19 September 2015 di lokasi-lokasi yang berbeda, seperti di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Binus Internasional, Institut Prancis Indonesia (IFI), Goethe-Institut, dan masih banyak tempat lainnya. Keterangan-keterangan lainnya dan informasi untuk tahun depan bisa dicek di http://www.qmunity-id.org.

Salah satu film yang sudah gw nanti-nantikan setelah sekian lama adalah film The Sun, The Moon, & The Hurricane yang akhirnya gw bisa nonton dengan puas 🙂 (Susah untuk mencari filmnya, biasanya lebih banyak diputar di komunitas seperti ini aja 😦 )

Baca lebih lanjut

Iklan

Dosa, Kota, & Kenangan Dari Surabaya

Tidak biasanya gw menulis mengenai resensi musik pada album yang telah gw dengar. Namun gw juga ingin belajar memberikan apresiasi, apalagi terhadap album yang menurut gw sangat pantas untuk didengarkan kepada masyarakat, terutama kepada masyarakat Indonesia. Menurut gw sangat penting sekali untuk mendidik masyarakat Indonesia mengenai eksistensi musik Indonesia, apalagi jika musik yang dihasilkan memiliki potensi untuk dibanggakan.

Baca lebih lanjut

Argo Parahyangan

Hi semua yang sedang baca blog ini. 😀

Maaf karena sudah hampir sebulan tidak update cerita.

Sebenarnya banyak cerita yang bisa gw tulis sih, cuman kemalasan pun melanda :p
selain karena banyak pikiran dalam otak gw (apalagi jika menyangkut yang namanya skrip** #ItMustNotBeNamed huehehe), di otak gw juga ada pikiran beristirahat, terutama jika pada bulan Februari yang lalu, terdapat satu tanggal merah yang tentunya semua orang tunggu-tunggu untuk beristirahat sejenak.

#curhat: sebenarnya gw agak ga niat untuk pulang pas Februari kemaren, karena seperti tahun-tahun sebelumnya, gw bahkan ga pernah balik ke Jakarta jika liburannya hanya liburan singkat (baca: kurang dari satu minggu) dan biasanya gw lebih milih untuk tiduran di kasur gw yg tercinta di kosan gw. Sebegitu nyamannya, you know..

Tetapi karena orang tua gw yang akhirnya sangat persuasif (baca: memaksa) untuk gw balik, akhirnya ya sudah.. akhirnya pada tahun ini gw pun balik ke Jakarta..

Baca lebih lanjut