Party from 14 to 15 🎉

It’s been a while since I updated this blog post, mainly because I was kind of lazy since holiday was so near that I wanted to taste it real bad..

Norak ya hahaha 😛

Gpp, karena gw uda janji bakal update post baru di awal tahun baruu :):)

Anyway, selamat tahun baru 2015 yaaa bagi yang merayakan pada tahun ini.
Turut berduka cita juga bagi yang kehilangan sanak saudara pada pesawat AirAsia Surabaya-Singapur. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan pada tahun ini, dan gw juga berharap kalau black boxnya ditemukan secepatnya untuk mengetahui penyebab kecelakaannya.


Akhir tahun 2014 kemaren, sepertinya gw ga mau ngelakuin hal-hal biasa yang selalu gw lakuin pada masa-masa akhir tahun sebelumnya. Biasanya gw selalu ngumpul bareng keluarga muluu, selalu naik ke lantai paling atas rumah untuk melihat kembang api dari seluruh seluruh kota Jakarta. Sebenernya kelihatan seru sih, tapi yaowoh lama-lama bosen juga kali. Mana pasti ribet kan harus penuh persiapan untuk makan malam menjelang tahun baru dan orang yang datang ke rumah juga pasti itu lagi itu lagi. Boring.

Jadi hari-hari sebelumnya, gw udah rencana kalau malam tahun baru kemaren gw bakal pergi bareng temen-temen gw. Not just any friend eniwei, ini temen-temen gay yang juga uda mayan kenal dan gw belom pernah hangout aja yang bener-bener seru hangout sampe malem. Tempat yang kita tuju? Apollo Jakarta 🙂

Baca lebih lanjut

11 Oktober

Sudah pada tau tanggal 11 Oktober itu hari apa?

Mungkin bagi orang awam, tentunya hari itu merupakan hari-hari selayaknya hari biasa karena tidak terlalu penting bagi mereka..

Tetapi bagi orang seperti gw, hari seperti itu tentunya merupakan hari tentu lumayan berharga dan perlu diingat karena hal ini berhubungan dengan mengungkapkan rahasia lu ke seluruh dunia.

Baca lebih lanjut

Education In Need

Hanya sebuah opini dari seorang remaja gay yang tinggal di Indonesia…

Baru-baru ini, dunia binan sedang dihebohkan dengan tindakan Fahira Idris kepada sebuah buku, buku anak-anak berjudul “Puberty” yang mengandung unsur homoseksualitas di situ. Buku tersebut pun akhirnya ditarik dari penerbitan Elex Media dan sudah tidak ada lagi di toko-toko Gramedia karena diprotes oleh Bu Fahira.

Alasan Bu Fahira sih sederhana, yaitu “karena agama tidak memperbolehkan..” dan Ibu Fahira tetep kekeuh mempertahankan bahwa homoseksualitas tidak ada dalam dasar agama di Indonesia maupun Pancasila.


Gw pernah denger komentar salah satu orang..
katanya sih lebih mirip pengakuan seorang fujoshi hihihi 
(abaikan aja lol)

Menurut gw sayang banget sih.. karena kalau begini kapan Indonesia bisa dilihat sebagai negara yang telah berkembang? Hal yang seperti ini saja seharusnya kan simple.. Laki suka sama laki, lama-lama cinta deh. Terus pada akhirnya tinggal kawin nikah deh.

Tetapi yang membuat gw lebih prihatin sebenarnya respon masyarakat Indonesia. Melihat bagaimana respon (sebagian besar) masyarakat Indonesia juga sebenarnya membuat mengelus dada. Mereka berani ya mengutarakan ketidakpintarannya (lebih tepatnya pengetahuan mereka yang sempit) mengenai homoseksualitas, dan sekali lagi -tidak pernah lupa- dengan membawa-bawa nama agama (di saat seperti ini baru terlihat sucinya orang Indonesia)

Ngomongnya juga demi kemanusiaan dan HAM maka homoseksualitas ga diperbolehkan di Indonesia.
Are you kidding me??
Bukannya HAM itu yang justru memperjuangkan semua umat manusia ya?? Apalagi gw sebagai gay, yang merupakan kaum minoritas yang lebih tertindas..
Kadang bingung juga (atau lebih tepatnya emosi kali ya) melihat respon masyarakat Indonesia yang selalu membawa nama agama untuk menolak ide-ide baru yang sebenarnya tidak merugikan mereka juga..

Alasan klasik: LGBT tidak diperbolehkan di agama.. titik.

(Sebagian besar) orang tua pun tentunya tidak setuju mengenai homoseksualitas, mengatakan homoseksualitas itu hanya suatu penyakit dan suatu alasan saja. Dan orang tua pun merasa kecewa karena merasa mendidik anak mereka dengan salah..

Salah satu temen gw aja akhirnya musti jujur ke orang tuanya kalo dia gay, dan sampe sekarang bahkan masih susah untuk meyakinkan oran tuanya kalo sebenarnya gay itu normal dan salah satu bagian kehidupan manusia.. It’s definitely still a struggle until now..

Jujur aja, kadang kalau melihat negara yang lebih berkembang, gw juga jadi semakin sirik. I envy them with all my heart, fighting not only for their rights, but also for humanity.

Namun kemudian, gw juga melihat fakta di balik dunia binan ini, dan sebenernya.. gw juga jadi merasa agak prihatin..

Baca lebih lanjut