Menjadi Gay, Tapi Menikah Dengan Perempuan?

Setelah sekian lama tinggal di Bandung, minggu lalu akhirnya gw bisa nonton Q! Film Festival 2015 di Jakarta. Buat yang ga tau Q! Fest itu apa (especially for the gays, shame on you), Q! Fest itu kepanjangan dari Queer Film Festival, yang merupakan festival film yang diutamakan bagi kelompok LGBTIQ, tapi ga hanya bertemakan LGBTIQ saja, tetapi juga mengenai HIV/AIDS dan juga hak asasi manusia.

Q! Fest tahun ini diselenggarakan tanggal 12-19 September 2015 di lokasi-lokasi yang berbeda, seperti di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Binus Internasional, Institut Prancis Indonesia (IFI), Goethe-Institut, dan masih banyak tempat lainnya. Keterangan-keterangan lainnya dan informasi untuk tahun depan bisa dicek di http://www.qmunity-id.org.

Salah satu film yang sudah gw nanti-nantikan setelah sekian lama adalah film The Sun, The Moon, & The Hurricane yang akhirnya gw bisa nonton dengan puas 🙂 (Susah untuk mencari filmnya, biasanya lebih banyak diputar di komunitas seperti ini aja 😦 )

Bagi gw, cerita film ini menarik dan sebenarnya wajib ditonton bagi kaum gay yang sedang berencana untuk menikah dengan cewe.

Sinopsis singkat aja ya, cerita film ini mengenai seorang pria bernama Kris dan seorang pria bernama Rain. Pada jaman SMA mereka sebenarnya sangat dekat, hingga pada suatu kejadian yang membuat Kris akhirnya tiba-tiba menghilang begitu saja dan tanpa kabar.
Mereka akhirnya bisa bertemu di Bali dengan keadaan Kris yang sudah menikah dengan perempuan yang juga teman SMA mereka. Kris sebenarnya masih sangat mencintai Rain. Sayangnya dengan status di mana Kris sudah menikah dengan istrinya, hubungan rumah tangga Kris dengan istrinya sudah mulai retak karena Kris semakin membentengi dirinya dan menjauhi istrinya. Meskipun istrinya mengetahui Rain gay, istrinya sebenarnya tidak pernah mengetahui kalau Kris itu gay dan baru mulai menduga bahwa Kris masih mencintai Rain.
Pada akhirnya Kris pun mengakui perasaannya pada istrinya dan istrinya pun akhirnya merelakannya.


Di film ini sebenarnya banyak pelajaran yang bisa dipetik yang bisa membuat orang (terutama para gays) jadi galau dan memikirkan kehidupannya sendiri. Gw coba merangkum apa saja yang dibahas saat Q&A kemarin yak.

  1. Ternyata pada saat sesi Q&A film, ada orang-orang yang juga bisa relate dengan film ini di mana orang-orang tidak bisa move on dengan cinta pertamanya, apalagi jika cinta pertamanya tiba-tiba menghilang begitu saja. Pada film, hal ini dialami oleh Rain sehingga efeknya bapernya pun bisa berlanjut terus sampai sudah dewasa. Jadi buat orang-orang yang telah memberikan harapan palsu ke orang lain, you’re an asshole🙂
  2. Ada satu bagian di film di mana Rain ditanyakan “Are you afraid of being old?” yang kemudian Rain memberikan jawaban “I’m not afraid of being old, I’m afraid of being old and lonely“. Ini tentu membuat semua orang galau, apalagi yang masih jomblo dan mencari cinta. Namun untuk para gay, itu berarti kalian harus berhenti untuk ber”main-main” colok sana sini dan mulai untuk belajar settle down. Buat kalian yang masing sering fun dengan orang (terutama yang mulai berumur nih), apakah kalian pernah berpikir untuk mencari seseorang yang bisa diajak hidup bersama, aren’t you afraid of being old and lonely?
  3. Kris memutuskan untuk menikahi teman SMAnya yang dia temui saat kuliah, alasannya dia: karena saat itu dia berpikir kalau hal itulah yang benar untuk dilakukan, yaitu untuk membuat orang lain senang juga seperti keluarganya. Setelah Kris menikah selama beberapa tahun, dia pun menyadari kalau dia tidak senang dengan kehidupannya sendiri..
  4. ..dan karena tidak senang dengan kehidupannya, akhirnya imbasnya juga kena ke istrinya. ­­Sayang loh, padahal istrinya berharap mati-matian untuk mempertahankan pernikahan mereka saking cintanya terhadap Kris.
  5. Yang bikin gw salut dengan karakter istrinya adalah istrinya sangat sabar dan tulus loh, dan dia malah bilang ga menyesal telah menikah dengan Kris. Jarang-jarang kan bisa ketemu istri yang seperti ini, karena biasanya para istri pasti bilangnya menyesal banget huhu.

Cerita di mana pria yang gay memutuskan untuk menikah dengan perempuan sebenarnya sangat tidak asing. Bahkan kadang jika berkumpul dengan para kenalan, topik ini sering membuat galau bagi para gays. Hal ini lebih sering terdengar jika berhadapan dengan generasi yang lebih tua yang sepertinya sudah tidak ada pilihan lain karena tuntutan orang tua. Mungkinkah karena mereka angkatan yang lebih tua sehingga mereka merasa bahwa mereka sudah tidak mempunyai pilihan lain dan orang tua mereka juga lebih konservatif? Atau karena pada jaman mereka hidup menjadi gay masih merupakan hal yang tabu sehingga perasaan tersebut masih terus dibawa sampai dewasa?

Sayang saja jika para gay yang sudah lebih dewasa harus tetap menyembunyikan jati diri mereka. Ini yang banyak terjadi pada teman-teman gay gw, mereka sudah pacaran lumayan lama dan akhirnya harus putus di tengah jalan karena salah satu akhirnya harus menikah dengan perempuan. Buat apa menikahi perempuan kalau dari awal tidak bisa mencintai dengan sepenuh hati? Bukankah dengan melakukan demikian malah bertentangan dengan tujuan pernikahan, yaitu hidup dengan orang yang kalian cintai dan (mudah-mudahan) sampai tua? Hal ini pun tidak hanya bisa merugikan diri sendiri, tetapi juga bisa merugikan istri ataupun anak mereka karena mungkin saja hubungan rumah tangga pun kurang akur. Masih mending kalau suaminya biseks, lah kalo gay tulen gimana caranya mempertahankan rumah tangga? (apalagi kalau suaminya selingkuh.. haduh)

Mudah-mudahan para gays generasi yang lebih muda dah modern bisa memberikan contoh bagi yang lebih tua untuk lebih menghargai dan menerima diri mereka sendiri. Toh sekarang juga tahun 2015 di mana pendidikan dan teknologi sudah mulai berkembang dibandingkan jaman dulu (setidaknya di masyarakat yang lebih modern kan). Toh tidak baik juga jika harus membohongi diri sendiri dan membawa orang lain masuk ke dalam masalah kita. You deserve to be happy  and have some respect for yourself 🙂

Iklan

Satu pemikiran pada “Menjadi Gay, Tapi Menikah Dengan Perempuan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s