Hi semua yang sedang baca blog ini. 😀

Maaf karena sudah hampir sebulan tidak update cerita.

Sebenarnya banyak cerita yang bisa gw tulis sih, cuman kemalasan pun melanda :p
selain karena banyak pikiran dalam otak gw (apalagi jika menyangkut yang namanya skrip** #ItMustNotBeNamed huehehe), di otak gw juga ada pikiran beristirahat, terutama jika pada bulan Februari yang lalu, terdapat satu tanggal merah yang tentunya semua orang tunggu-tunggu untuk beristirahat sejenak.

#curhat: sebenarnya gw agak ga niat untuk pulang pas Februari kemaren, karena seperti tahun-tahun sebelumnya, gw bahkan ga pernah balik ke Jakarta jika liburannya hanya liburan singkat (baca: kurang dari satu minggu) dan biasanya gw lebih milih untuk tiduran di kasur gw yg tercinta di kosan gw. Sebegitu nyamannya, you know..

Tetapi karena orang tua gw yang akhirnya sangat persuasif (baca: memaksa) untuk gw balik, akhirnya ya sudah.. akhirnya pada tahun ini gw pun balik ke Jakarta..

Alasan gw malas balik pun sebenernya ga ribet, karena gw malas untuk menghabiskan waktu gw di jalan.. bisa cepet tua gw di jalan, ogah banget..
Perjalanan dalam waktu biasa dari Bandung-Jakarta atau sebaliknya biasanya memakan waktu 3 jam, yang di dalam pembelaan gw, dalam 3 jam itu gw sebenarnya bisa melakukan lebihh.. tidur siang 3 jam aja uda sesuatu banget, jalan-jalan dan menikmati liburan dalam waktu 3 jam juga bisa belanja barang-barang banyak.. Gw pun bisa ngegym dalam waktu 2 jam + 1 jam untuk mandi berleha-leha di kamar mandi menikmati shower sambil dansa-dansa dan nyanyi sendiri ala x factor.. hey, it’s still something 🙂

Tapi kemaren gw jadi mayan bete, karena..
1. perjalanan gw dari kosan ke pool travel, yang biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 15-30 menit doank, bisa menjadi 90 menit (atau 1 jam 30 menit) dan karena itu,
2. I missed the shuttle. Ga sempet gw naik travel yang gw uda booking, jadi terpaksa menunggu 40 menit lagi untuk travel berikutnya (untung dapet tiket..).
3. Setelah naik travel pun, perjalanan keluar Bandung pun, astagfirullah, membutuhkan waktu ekstra 90 menit lagi, di mana biasanya paling hanya 15 menit.. maigad yaa maigadd.. #stoopidtraffic. karena gw dapetnya bus kali ini, perjalanan pun tentunya agak lambat karena bus ga bisa ngebut.. perjalanan gw total menjadi 5 jam di jalan.
💩

Untungnya selama di jalan dan planning-planning dari kemaren, gw uda memutuskan untuk mencoba naik kereta, karena tumben barang bawaan ga banyak kan (liburan 3 hari doank).. jadi akhirnya begitu sampai rumah, gw pun akhirnya booking tiket kereta untuk Jakarta-Bandung.

Pada hari Minggu, memang sudah saatnya gw harus balik lagi ke Bandung, dan gw pun akhirnyaaaaaa bisa merasakan naik kereta seperti apa.


Awalnya gw mempersiapkan diri lebih awal untuk naik kereta.. sudah sampai di stasiun 2 jam sebelum keberangkatan #lebay

Gw kan takuttt, apalagi ini baru pertama kalinya gw naik kereta sendirian, dan gw bener-bener ga tau langkah-langkah yang harus gw lakukan untuk naik kereta..
Padahal sebenernya langkahnya simple sih, cuman print tiket di mesin dan tinggal menunggu.. uda.
Gw mungkin agak takut karena di bukti penukaran tiket, jelas-jelas ditulis bahwa tiket harus diprint maksimal 1 jam sebelum keberangkatan. Padahal ada ibu sebelah gw juga nyampe 10 menit sebelum keberangkatan.. 🐂💩
Mungkin sebenernya untuk mencegah orang ketinggalan kereta aja kali yaa.. ya sudah.. lain kali gw bisa bangun agak siangan kalo gitu.. huehehe

Karena gw datang keawalan, gw pun menghabiskan waktu gw di Gambir, mondar-mandir sambil melihat sekeliling stasiun gambir. Tempatnya pun sangat bersih, dan petugas-petugasnya juga ramah. Sambil potret-potret sana sini, gw pun bisa melihat kereta api mumpung tempatnya masih sepi (maaf ya, masih katrok). Untung di sini pun ada wifi, jadi gw ga kehabisan waktu dan mati gaya di situ, daripada gw mondar-mandir terus seperti anak ilang?

⚠ #gambir #danger #dangerarea #enjoythelittlethings #VSCOcam

A post shared by Leonsius H. Honggo (@leonhonggo) on

🚂 #train #gambir #enjoythelittlethings #VSCOcam

A post shared by Leonsius H. Honggo (@leonhonggo) on


Karena gw baru pertama kali naik kereta api, gw pun memesan tempat duduk yang harganya berada di tengah-tengah, tidak terlalu murah, tapi juga tidak terlalu mahal. Gw pun sebenarnya tidak terlalu tau bedanya, jadi gw pesen aja yang 85rb. Sebenarnya yg harganya 85rb sih oke2 aja koq, meskipun gw harus berbagi tempat duduk dengan orang lain karena tidak ada sekatnya sama sekali.. tidak apa-apa, lumayan kan dapat teman ngobrol dan kenalan dengan orang baru.. itu bakal gw ceritain lebih lanjut di post selanjutnya 😉

Kalau kata dia sih, yang lebih mahal view jendelanya bakal jauh lebih besar daripada yang 85rb. Dalem hati gw, waaaaawww bakal menjadi tempat yang asyik untuk foto-foto norak yaa hahaha dan tentunya kalau kita sedang bengong, viewnya bakal lebih terasa, serasa liat layar lebar kali yaa..

Tapi view selama di kereta pun jauh lebih lebih bagus dibandingkan dengan naik travel. Persawahan, lembah, rumah-rumah penduduk, kehidupan desa yang sederhana.. Kalau travel, viewnya kan hanya jalan tol yang sangat tandus.

Di dalam kereta pun anak-anak pun tampaknya senang, apalagi kalau melihat gunung sama lembah karena bagi anak kecil pemandangan seperti itu kan lumayan menakjubkan mata. Selain itu melihat anak kecil bisa mondar-mandir di dalam kereta kan lucu juga, apalagi yang ga bisa diem dan bikin repot orang tuanya aja hahaha. Para pramugari dan pramugaranya juga ramah-ramah dan baik, dan kadang malah bisa bikin orang ketawa juga. Untungnya para pramugari dan pramugaranya ga kaku yaa, dan justru itu yang bikin perjalanannya menyenangkan gitu.

Ada satu waktu di mana gw melewati satu terasering sawah padi yang baguuss banget, karena warnanya golden gitu.. eh begitu gw mau foto, batere hp gw malah abiss.. beteeeeee… Ini karena sebelumnya gw juga foto-foto pemandangan lainnya di awal sampai tengah perjalanan. Ehh scene paling bagus itu malah di akhir-akhir saat sudah akan memasuki Padalarang, batere gw malah abis 😦
ya sudah.. aku pasrah deh.. tapi yang pasti lain kali gw akan lebih menghemat baterai dan pemandangan itu akan gw ambil sebagai momen 🙂

Waktu perjalanan yang tertera di tiket sih tulisannya sih lebih dari 3 jam. Meskipun berangkatnya hanya telat 10 menit, tetapi sampainya juga kurang lebih sesuai yang tertera di tiket. Jadi sesuai harapan dan tentunya tidak mengecewakan.


Semua orang memang punya pilihannya masing-masing sih untuk pulang pergi dari Bandung Jakarta, tetapi mungkin ada yang bahkan belom mencoba alternatif lainnya jadi mungkin yang sudah terbiasa naik travel, mungkin bisa mencoba naik kereta. Sebenarnya memang ada kelebihan dan kekurangan sih kalau naik kereta atau travel dan memang patut untuk dipertimbangkan jika kalian agak ragu untuk mencoba alternatif lainnya.

  1. Booking tiket
    Booking tiket untuk travel lebih gampang. Tinggal telpon dan pilih no kursi, beres deh.. bayarnya tinggal nanti di pool yang kita naiki, itupun kalo muncul di pool, kalo ga jadi ya tinggal cancel aja (ga boleh gitu yaaaa sebenarnyaa).
    Kalo naik kereta, harus booking lewat indomaret, atau di loket langsung, atau dari internet juga bisa. Banyak sih pilihan metode bookingnya, tapi tentu harus bayar duluan, jadi kalo mau cancel tentu ga bisa. Dan tentunya tiket harus diprint dulu saat sampai di stasiun, jadi kalau rame tentu ribet karena harus ngantri juga kan.
  2. Cabang pool
    Jumlah cabang pool travel tentunya lebih banyak dan untuk yang ga ingin pusing dengan perjalanan dari rumah ke pool terdekat lebih cocok untuk naik travel. Selain itu jika pake travel, bisa juga turun di manapun yang kalian inginkan di tengah jalan, dan tidak harus di pool tujuannya.
    Kalau dengan kereta (ini lagi ngomongin dari Jakarta-Bandung bolak balik yak..) kan hanya ada satu akses, yaitu dari St. Gambir di Jakarta Pusat atau St. Hall yang ada di Bandung. Buat yang rumahnya agak jauh dari stasiun dan takut macet, tentunya ga cocok untuk naik kereta.
  3. Harga
    Kalau travel pilihan harganya paling cuman dua jenis, satu harga biasa dan satu lagi harga spesial yang bisa antar sampai tujuan, mungkin kos atau rumah.. tapi pasti lebih mahal.
    Kalau kereta pilihan harganya lebih variatif, dari yang paling murah sampai yang paling mahal. Pastinya perbedaan harga menentukan perbedaan layanan, mungkin kursinya yang lebih private, atau jendelanya yang lebih lebih luas? Gw ga pernah coba sih, tapi pasti suatu saat gw bakal mencoba.
  4. Kursi
    Kalau dengan travel, kursinya pasti ada sekatnya jadi tentu privacy kalian ga akan terlalu terganggu. Selain itu posisi sandaran kursi travel pun ada yang bisa diubah sehingga duduknya ga terlalu tegak.
    Kalau naik kereta, belom tentu bisa dapet yang ada sekatnya, seperti gw pas gw naik kereta gw pun dapet yang ga ada sekatnya sehingga gw harus share dengan orang lain. Adanya sekat tergantung pilihan harga sepertinya, jadi mungkin kalau ingin pergi rame-rame dengan orang lain, pilihan tanpa sekat pun bisa menambah keakraban satu sama lain. 🙂
  5. Ramai vs sepi
    Kalau dengan travel, tingkat kebisingan orang pastinya lebih sepi karena rata-rata orang yang di dalam travel pasti pada tidur, jadi buat yang ingin seharian tidur dengan tenang tanpa diganggu orang lain lebih baik naik travel saja. Dan untuk yang sedang bawa anak kecil, agak tidak manusiawi ya kalau seandainya membawa serombongan langsung naik travel sedangkan ada orang lain yang tidak ingin terganggu dengan canda dan tangis anak kecil.
    Kalau pakai kereta tapi pengen tidur, sepertinya bukan saran yang tepat karena banyaknya orang di kereta yang rata-rata menikmati perjalanan mereka, apalagi kalau bawanya rombongan dan juga terdapat anak-anak kecil. Selain itu para pramugara dan pramugari pun sering bolak-balik untuk menawarkan makanan dan minuman. Jadi kalau mau mengharapkan tidur di kereta itu salah banget..
  6. Pemandangan
    Kalau naik travel, pemandangannya ya sekitar jalan tol aja.. agak tandus sih menurut gw, palingan pohon dan lapangan luas cuman sepintas doank. Sisanya biasanya terhalangi oleh mobil juga.
    Kalau ingin menikmati pemandangan, lebih bagus kalau naik kereta. Pemandangan sawah dan lembah bisa membuat bengong kalian semakin pol saking terhanyutnya, atau buat yang hobi fotografi pun bisa mencuri-curi kesempatan untuk mengambil gambar pemandangan, selain itu kalian juga bisa melihat seperti apa kehidupan para penduduk di sekitar rel kereta api. Tetapi pemandangannya tentu hanya bisa dinikmati pada pagi sampai sore hari, kalau malam hari mana bisa liat apa-apa.

    Sawah. Perjalanan jakarta-bandung 🚂 #latepost #nature #valley #enjoythelittlethings #VSCOcam

    A post shared by Leonsius H. Honggo (@leonhonggo) on

    2015-03-06 11
    2015-03-08 09


    Sering kan melihat jembatan rel kereta api kalau melewati jalan tol? Sekarang kebalikannya 🙂

    Inilah pemandangan kalau kita sedang melihat jalan tol..
  7. Waktu
    Waktu untuk travel atau kereta api dari Jakarta-Bandung atau sebaliknya sebenarnya sama saja, yaitu kurang lebih 3 jam. Perbedaannya, kalau naik travel, waktu 3 jam itu kalau sedang tidak macet.. kalau sedang macet yaa siap-siap saja untuk menghabiskan waktu lebih dari 3 jam. mungkin bisa sampai 6 jam? siap-siap aja.. huehehe.
  8. Keamanan
    Kalau naik travel, supir shuttle bus tentunya harus siaga karena kalau mengantuk yaa bayangkan saja sendiri.. bisa saja kecelakaan kan (amit-amit), belum lagi kalau pake travel shuttle kadang-kadang supirnya suka ngebut supaya lebih cepat sampai di tujuan.
    Kalau naik kereta, mungkin lebih aman.. tapi tentu musti berhati-hati juga.. gimana ya kalau seandainya kereta apinya tiba-tiba berhenti di atas jembatan dan mungkin sedang ada gempa? Lebay sih, cuman yaa worst case scenario mungkin seperti itu.. (lebih amit-amit)
  9. Kebelet
    Di dalam shuttle, pastinya ga ada toilet.. jadi yang naik travel harus menunggu supirnya untuk berhenti pada pom bensin terdekat agar penumpang-penumpang dalam shuttle bisa pergi ke toilet. Pemberhentian pom bensin dari arah Jakarta-Bandung dan sebaliknya cuman ada tiga kalau ga salah.. Jadi manfaatkanlah masa-masa berhenti itu untuk pergi ke toilet.
    Kalau di dalam kereta, toilet pastinya tersedia.. lucunya toilet dalam kereta itu bentuknya kloset dengan lubang yang sangat terbuka sehingga apa pun yang kau buang ke dalam kloset akan jatuh langsung ke rel kereta. Jadi bau-bauan dalam kereta seharusnya tidak terjadi yaa (kecuali yang sudah parah banget). Tetapi para penumpang justru tidak boleh ke toilet kalau kereta api sedang berhenti di stasiun, karena tidak baik kan untuk mengotori stasiun kereta api.
  10. Listrik
    Kalau dalam perjalanan pastinya ada kemungkinan kalau batere hp bakal abis.
    Kalau naik kereta, ternyata ada colokan listriknya.. tapi gw juga kurang tau ya apakah perbedaan harga bisa berpengaruh pada adanya colokan listrik atau tidak. Gw sih membeli tiket yang 85rb dan masih ada, jadi yaa pastinya colokan listrik akan tersedia untuk harga yang lebih mahal.
    Selama gw naik travel, hanya beberapa travel yang menyediakan colokan listrik. Tentu sangat merepotkan kan, apalagi kalau perjalanan yang kita naiki tidak hanya selama 3 jam, tetapi bisa lebih. Jadi menurut gw ketersediaan colokan listrik itu juga sangat penting dalam perjalanan.

Jadi gimana? Yang belum pernah naik kereta mungkin bisa mencoba untuk naik travel dan yang belum pernah naik travel juga bisa mencoba naik kereta.

Kalau dipikir lebih enak naik yang mana, sebenarnya tergantung kebutuhan aja sih. Kalau perlu tidur dan privacy lebih baik naik travel.. kalau mau melihat pemandangan dan terbangun terus lebih baik naik kereta. Kalau tujuannya melihat pemandangan lebih baik naik kereta pada pagi sampai sore hari.. tapi yang pasti kalian perlu sekali-kali untuk menaiki dua-duanya, biar bisa menjadi pengalaman tersendiri dan juga pengalaman yang bisa diceritakan ke semua orang.

 

PS: gambar-gambar yang gw ambil agak gelap kan ya kelihatannya? itu hasil editan sih.. hihi
aslinya gambarnya warna ungu malah, soalnya jendela di kereta memakai pelindung sinar matahari biar tidak terlalu panas, makanya warna gambar gw jadi ungu semua, dan gw harus edit tintnya dengan VSCO, dan ga cuman satu tahap, bahkan harus gw edit sampai tiga tahap. Harap dimaklumi yak, huehehe. Ngambil gambar di kereta juga rada susah, apalagi kalo objeknya dekat, karena kereta kan geraknya cepet banget, jadi kadang kalo ambil gambar jadi blur gitu huhu.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s