This post is inspired by a good friend, S.

Pernah ga sih ketemu orang yang ngaku demen sama musik?

Atau mungkin yang sedang baca juga merasa demen banget ama musik?

Pernah ga sih merasa kalo musik yang kalian dengerin sepertinya gitu-gitu aja, atau diulang-ulang mulu, dan kalau terlalu sering dengerin malah bikin bosen?

Mungkin emang uda saatnya untuk mengganti playlist kalian.

Pernah kepikiran ga kalau mungkin musik-musik di jaman orang tua kalian ataupun kakek nenek kalian lebih menyegarkan daripada musik jaman sekarang?


Semua remaja yang (sok) gaul *ehem*, baik di jaman manapun, pasti ngakunya demen musik. Istilahnya kalo ga update musik di jamannya mereka sekarang, bisa dibilang ga gaul banget.

Masalahnya, yang namanya remaja pasti menganggap kalo musik-musik yang uda lewat dari jaman mereka pasti basi banget. Dan mungkin anak jaman sekarang bakal bilang kalau anak itu ga ngerti musik banget, dan kesannya jadi sok sok hipster gitu kali ya?

Jangan salah!

Justru dari musik-musik lama, generasi jaman sekarang juga bisa belajar mengenai seluk-beluk musik jadul dan mungkin membenihkan inspirasi-inspirasi baru yang supaya musik jaman sekarang jadi lebih kreatif. Toh ga ada salahnya juga kan kalau musik-musik jaman sekarang terinspirasi dari lagu-lagu jadul. Malah kadang kesannya lebih fresh.

Toh musik-musik yang kita dengarkan sampai sekarang kan hasil juga hasil perkembangan dari musik-musik jaman dulu. Ga ada salahnya dong untuk menghargai dan melestarikan musik-musik jadul.


Dari orang-orang yang gw temui dan ngaku bener-bener demen dan cinta sama musik, mereka berusaha untuk mengumpulkan dan mendengarkan musik-musik jaman dulu.

Rata-rata remaja jaman sekarang ngumpulin lagu-lagu 70s atau 80s. Ga heran sih, musik-musik 70s emang ngehits banget bagi anak muda dan masih terdengar fresh sampai sekarang. Di jaman-jaman inilah lagu-lagu rock mulai populer di kalangan anak muda, baik punk, glam, ataupun hard rock. Beberapa lagu rock jadul 70s dan 80s pun masih sering diputar di radio-radio sampai sekarang. Ini karena jenjang perbedaan lagunya pun ga terlalu jauh dengan lagu-lagu jaman sekarang dan masih didengar oleh orang tua kita.

Jaman 70s kalau dipikir emang jaman yang cool banget. Selain lagu-lagu rock, genre-genre lain pun mulai ngehits seperti funk, disco, dan juga reggae.

Tetapi ntah kenapa, lebih suka era yang lain, yaitu era yang bahkan lebih tua..

I love the 50s and 60s..

Musik-musik jaman 50an dan 60an memang terdengar tua banget, di mana televisi bahkan belum berwarna sama sekali, dan teknologi musik pun masih tertinggal jauh dibandingkan jaman 70an.

Di jaman inilah, doo-wop & classic jazz masih berkuasa dan lahirlah genre rock n roll, selain itu mulai bermunculan aliran-aliran lain seperti soul motown, dan juga pop rock

Ini adalah musik-musik yang didengarkan oleh nenek dan kakek kita. Jebot banget yak.

Tetapi ntah kenapa, gw lebih nyaman aja mendengarkannya ūüôā


Sebenarnya musik-musik jaman ini uda gw dengerin sejak kecil banget.. Nyokap dan bokap sering banget puterin mixtape 50s dan 60s di mobil, tanpa gw menyadari bahwa itu musik dari era itu.

Mungkin karena musik-musik itu mengiang-ngiang di kepala, akhirnya pas jaman-jaman sma gw mulai mengumpulkan balik lagu-lagu yang dapat membuat gw bernostalgia ria. Untungya teknologi jaman sekarang sudah maju banget, sehingga lagu-lagu jaman 50s dan 60s sudah dapat ditemukan dalam bentuk mp3. Alhamdulillah~

Akibat ngumpulin banyak-banyak, lagu-lagu jaman 50s sama 60s gw pun lebih banyak daripada era jadul lain haha (lebih tepatnya 60s sih yang lebih banyak)

Tentu saja ada alasan-alasan tertentu gw suka dengan musik-musik jaman 50s dan 60s sehingga gw betah untuk dengerin lama-lama, baik dari segi sejarah maupun dari segi musiknya sendiri.

Gw coba sebutin 8 alasan-alasan versi gw yang gw uda pikirin dan kumpulin sendiri:

  1. Revolusi anak muda

    taken from boomernet.com
    taken form boomernet.com

    Gw pernah baca buku sejarah 50s dan 60s pas jaman sma. Jaman 50s adalah jamannya Rock n Roll yang dipelopori pada jaman 50an oleh Little Richard dengan lagunya “Tutti Frutti
    Sebelum Rock n Roll ada, katanya belum ada yang namanya remaja atau anak muda sama sekali. Jadi orang-orang yang sudah berumur 18 tahun ke atas dikatakan sudah dewasa dan langsung kerja. Saat Rock n Roll mulai muncul, yang menikmati musik-musik ini ya orang-orang berumur 18 tahun ke atas. Pada jaman ini, musik Rock n Roll masih dianggap terlalu liar dan membuat onar, kemudian baru deh ada istilah “remaja” untuk orang-orang muda yang mendengarkan musik Rock n Roll.
    Bayangin kalau ga ada Rock n Roll, masa-masa remaja kita hilang dong.. malesin kan

  2. Jamannya vinyl & musik masih eksklusif

    Musik-musik jaman 50an dan 60an dapat dibilang masih eksklusif karena ga semua orang bisa dan mengerti cara untuk membuat dan menjual rekaman sehingga kualitas lagu pun masih dipertahankan. Kalau musik sekarang kan beraneka ragam jenisnya dan siapa saja sudah bisa membuat dan menjual musik.
    Sayangnya format penjualan vinyl sudah semakin menipis dan hanya dinikmati kalangan eksklusif sekarang, padahal format vinyal merupakan format fisik yang paling tahan lama dan awet, meskipun ukurannya segede gajah kalo diputer.. Yaaa mau gimana lagi, sekarang sudah memasuki format penjualan digital. Meskipun sebenarnya lebih simpel, pembajakan tentunya akan semakin mudah dilakukan sehingga eksklusifitas musik semakin menipis.
  3. Proses rekaman yang penuh perjuangan

    Proses rekaman jaman dulu ga semudah jaman sekarang. Kalau di jaman 60an, proses rekaman untuk semua suara harus dilakukan dalam satu studio secara bersamaan dan hanya dipisahkan sekat-sekat. Bayangin kalau ada salah sedikit aja, kan harus diulang lagi dari awal. Jaman sekarang mah enak, rekaman bisa di studio yang terpisah, kalau ada salah paling tinggal diedit atau dicut..
  4. Ga ada suara tekno atau autotune

    Aretha Franklin: The Queen of Soul
    Aretha Franklin: The Queen of Soul

    Di jaman 50an dan 60an boro-boro ada suara elektro.. suara-suara yang dihasilkan murni dari alat musik ataupun suara manusia. Maka itu kesannya lebih akustik dibandingkan era-era lain. Suara-suara vokal orang yang nyanyi pun indah-indah dan merdu dan ga pake editan. Karena itu kualitas musik pada jaman itu benar-benar bisa bagus tanpa editan.
    Lah jaman sekarang orang yang banyak falsnya bisa mendadak jadi bagus tinggal pake autotune. curang banget..

  5. Lagu-lagunya simple dan pendek
    Untuk masalah lagunya sendiri, lagu-lagu jaman 50an dan 60an ga hanya terdengar lebih simpel, tapi juga lebih berarti.. Selain itu durasi lagunya bahkan rata-rata hanya 2 sampai 3 menit. Tujuannya sih supaya lebih kena di hati, jadi ga perlu bertele-tele dalam menyampaikan pesan lagu.
    Lagu-lagu jaman sekarang mah panjang bisa sampai 4-5 menit, tapi isi lagunya juga diulang-ulang mulu reffnya.
    Inti lagunya pun belum tentu kena di hati, paling cuman gombalan palsu doank hihi.
  6. Bahasanya puitis dan sopan
    Lagu-lagu jaman dulu jauh lebih terdengar romantis dibandingkan jaman sekarang. Meskipun lagu-lagu galau juga sama aja ngehitsnya dengan jaman sekarang, setidaknya lagu-lagunya dibawa dengan nada yang lebih positif.
    Lah lagu jaman sekarang malah banyak bahasa sensornya, dan isi lagunya malah kadang cuman lagu basa basi doank. Kalau patah hati malah isinya kutukan semua hadeh.
  7. Lafal jelas
    Dalam mendengarkan lagu, yang paling penting tentu arti lagunya dong. Lagu-lagu jaman dulu lafalnya jelas, jadi sekali denger lagunya pun bisa langsung tanggap dan mengerti. Kalo lagu jaman sekarang mah kesannya komat kamit sendiri kali ya.. hihi orang aja belom tentu mengerti apa yang dinyanyikan. Masa tiap kali mau dengerin harus buka google dulu buat cari liriknya.

Lagu-lagu 50s dan 60s yang gw suka denger biasanya berasal dari luar negeri. Bukan karena gw orangnya sok kebaratan banget, tetapi karena lagu-lagunya memang sangat mudah ditemukan di internet sekarang.

Bukan hanya itu saja, tetapi usaha orang luar negeri patut juga diacungi jempol karena mereka pun telah mengupayakan supaya lagu-lagu lama mereka yang telah ciptakan tidak hilang begitu saja.  Gw salut sama orang luar negeri, karena pada tahun-tahun itu sudah terpikir untuk menyimpan hasil karya mereka dan sehingga hasil rekaman yang mereka telah produksi menjadi bagian sejarah musik dunia dan masih dapat diwariskan kepada generasi yang lebih muda. Bahkan nama-nama musisi pada jaman itu menjadi tidak terlupakan begitu saja.

Buktinya, jika mencari nama-nama musisi jaman dulu di google, akan banyak sekali hasil pencarian, bahkan sampai detil tahun-tahunnya dan sejarah pembuatan rekaman tersebut akan tetap tersedia. Dan jika mencari di internet, banyak sekali album-album kompilasi lagu lama dengan vokal asli dan instrumen yang asli yang sama persis pada jaman itu supaya suara yang didengarkan tetap terdengar orisinil.

Kalau menonton lomba pencarian bakat dari luar negeri, beberapa lagu yang mereka pakai untuk lomba merupakan musik-musik lama juga. Tujuannya sebenarnya pintar ya.. selain untuk menarik penonton yang usianya lebih tua, bisa sekaligus juga bisa mengenalkan musik-supaya generasi-generasi yang lebih muda.

Bahkan di luar negeri pun ada museum besar khusus mengenang musisi-musisi yang telah berjaya pada jaman 50an dan 60an, salah satunya seperti The Rock and Roll Hall of Fame untuk mengenang musisi-musisi rock and roll dari era jaman dulu sampai yang masih berjaya sampai sekarang.


Sayangnya di Indonesia, pemikiran dan upaya untuk menyelamatkan musik-musik lama agak telat. Sepertinya catatan sejarah hampir tidak ada sama sekali dan musik-musik lama malah semakin tidak dipandang. Kompilasi musik Indonesia yang lama pun sepertinya sulit sekali untuk ditemukan di pasaran. Kalau pun ada, musiknya paling sudah dinyanyikan kembali oleh orang lain (yang namanya ntah siapa~) sehingga tidak terdengar orisinil lagi.

Karena minimnya catatan sejarah pada musik-musik jadul di Indonesia, generasi yang lebih muda jadi ga mempunyai akses pada musik-muik lama. Mau mencari pun sumbernya susah ditemukan sehingga tidak bisa mendengarkan sendiri.

Untungnya, sekarang terdapat komunitas-komunitas yang mencoba untuk mengumpulkan kembali musik-musik Indonesia jaman 50an dan 60an. Terdapat beberapa komunitas yang gw temui melalui hasil searching dan sumber-sumber artikel dari internet, seperti Irama Nusantara dan juga Museum Musik Indonesia. Yang seru, Irama Nusantara sudah mengintegrasikan streaming lagu-lagu yang mereka telah kumpulkan di website mereka, jadi bagi yang ingin merasakan sensasi musik-musik Indonesia jaman 50an dan 60an bisa langsung ke website tersebut dan memilih album-album yang ingin didengar dari katalog mereka.

Harapan gw sih, Irama Nusantara terus berkembang dan ga akan pernah mati. Mudah-mudahan sih usahanya dilanjutkan dan diwariskan ke cucu-cucu kita juga (tua banget ye..)

Akhir kata, gw juga pengen memberikan sesuatu buat yang sedang baca. Bulan ini adalah bulan Valentine, lebih tepatnya pada tanggal 14 Februari mendatang. Gw membuat playlist dari lagu-lagu cinta tahun 50an dan sedikit 60an untuk memberikan suasana romantis bagi yang sedang baca.

11 lagu ini gw pilih sendiri dari library musik gw, beberapa ada yang gw uda pernah dengerin dari kecil, ada juga yang baru gw dengerin saat mulai membangun library musik gw. Silakan menikmati suasana jatuh cinta di era 50an dan 60an~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s