Favoritism Juri, Profesional Kah?

Perlu diingat bahwa konten ini ditulis tanpa mengandung unsur SARA. Jika merasa demikian ya sudah, yang pasti gw ga merasa untuk menyinggung hal berbau SARA.

Di saat gw sedang menulis blog ini, sebenernya gw sedang niat menyelesaikan post gw yang lain.. tetapi mendadak gw berubah pikiran soalnya gw mendadak kesel..

Hari ini hari Jumat dan gw lagi nonton Rising Star Indonesia dan gw mayan kecewa banget nonton acara hari ini.

Ada satu kontestan, yang tampaknya sangat dijagokan oleh masyarakat sampai nilai votingnya tinggi sekali (90% ke atas kan tinggi banget) tetapi konten yang dia berikan sebenernya berantakan banget.. ceritanya sih dia lebih menang akan keunikan suaranya.. sebut aja kali ya namanya, yaitu Indah Nevertari.


Padahal kalau gw perhatikan, lagu-lagu yang dipilih sebenernya agak aneh menurut gw karena lagunya seputar tentang cewe-cewe nakal..
yg mulai gw kecewa saat dia mulai nyanyi “All About That Bass”nya Meghan Trainor, “Bad Girl”nya Agnes Monica, dan juga hari ini “Buttons”nya Pussycat Dolls..

Kalau kata Syahrini, cetar membahana yaa.. tetapi lagu-lagu ini kan sama sekali tidak sesuai kan dengan image Indah.. gw pun bingung kenapa Indah memilih lagu-lagu seperti ini.. Kalau seandainya saja masyarakat mengerti dengan musik yang Indah nyanyikan, bagaimana ya perasaan mereka, apalagi Indonesia katanya menolak hal-hal yang pornografi (katanya loh ya). Hal ini membuat gw bertanya, sebenernya Indah ini ingin dipandang sebagai penyanyi atau musisi yang seperti apa sih?

Mungkin kalau dipikir, sebenernya boleh saja menyanyikan hal itu.. ga masalah juga koq orang Indonesia kan masyarakat yang kurang memperhatikan lirik.. yang penting beatnya enak aja, dan nada dan nyanyiannya juga unik. titik. Bisa juga itu taktik Indah dalam memilih lagu, dan itu tentunya ga salah dan pintar juga untuk menarik voting masyarakat untuk segera swipe hpnya ke kanan.

Tetapi kalau diperhatikan, beberapa lagu yang dinyanyikan Indah pun ga konsisten.. nadanya ga beraturan, lafalnya pun tidak jelas, apalagi kalau Indah sedang menyanyikan konten bahasa Inggris. ambur adul banget.. hal ini sebenernya membuat gw kadang agak ogah untuk nge-vote YES karena dibandingkan dengan kontestan lain, materi yang dibawakan Indah jauh lebih ambur adul dibandingkan kontestan lain.

Untuk hari ini, Indah membawakan “Buttons”nya Pussycat Dolls dan dari yang gw denger, nada-nadanya kacau dan ga terkontrol.. “Runs”nya pun berantakan. Yaa untung saja lagu ini beatnya enak sehingga cocok untuk karakternya Indah.

Hal yang membuat gw kesel itu adalah ketika para juri tidak menyampaikan kekurangan-kekurangan Indah, seakan-akan Indah itu sangat 100% perfect. Kalo diperhatikan, memang sepertinya para juri diwajibkan dari produser untuk sebisa mungkin nge-vote YES, makanya belakangan ini banyak para kontestan yang akhirnya langsung diberikan YES, tetapi biasanya para juri akan memberikan komentar tambahan mengenai kesalahan mereka dan apa yang perlu ditambahkan. Pada Indah, akhirnya tidak diberikan komentar apa-apa.. padahal hal tersebut jauh banget dari perfect.
Indah pun mendapat 92% hasil voting malam itu.

Kontestan selanjutnya setelah Indah, Talita Arsyta, juga merupakan salah satu kontestan yang juga lebih sering menyanyikan konten dalam bahasa Inggris. Gw mulai menonton dari saat dia menyanyikan “Can’t Remember To Forget You”nya Shakira. Hari ini dia pun menyanyikan lagu “Impossible”nya Shontelle. Gw pun mulai memperhatikan hal yang sama di mana sepertinya kontestan ini menyanyikan lagu tanpa memahami materi dan isi lagu. Kalau diperhatikan, Talita pun setara dengan Indah.. nadanya pun ga konsisten dan kurang kontrol, dan sama ambur adulnya juga.. tetapi bedanya dia kurang unik saja dibandingkan Indah.

Yang membuat gw heran, para juri tidak tanggung-tanggung untuk mengatakan hal-hal yang perlu diperbaiki dari Talita dan juri pun mengatakan jelas hal-hal yang kurang dari Talita.
Talita pun mendapatkan 86% hasil voting.

That’s not fair!

Sejujurnya gw nge-vote NO untuk dua-duanya malam itu, karena menurut gw tidak memberikan value yang layak bagi dunia musik Indonesia.

Sepertinya gw mencium bau favoritism pada acara seperti ini karena Indah sepertinya diberikan rating yang sangat tinggi.

Apakah hanya karena Indah bersuara unik? atau jangan-jangan karena ada faktor agama yang berpengaruh sehingga orang pun terpancing untuk mengatakan bahwa Indah layak untuk mendapat nilai lebih? tentu saja gw ga tau, tetapi jika memang benar seperti itu, maka ajang musik itu tidak bisa dikatakan layak karena hanya menilai berdasarkan faktor-faktor lain yang lebih mempengaruhi.

Gw merasa masyarakat Indonesia dibodohi dengan penilaian orang-orang yang disebut sebagai “juri”. Mungkin karena suatu kesepatakan antara produser acara dan juri, maka para juri harus menaikkan citra seorang kontestan demi menaikkan rating acara? Kalau begitu di mana profesionalisme sebagai orang yang ahli dalam bidang musik?

Jika performance kontestan itu pun dipertontonkan di luar negeri, pasti akan diolok-olok karena standarnya pun masih jauh banget, malah ada salah satu juri yang berani mengatakan kalau mau memanggil produser luar negeri.. janji palsu mas?
Atau jangan-jangan jurinya yang juga kurang andal dalam memberikan penilaian? (apalagi kalau jurinya kurang paham mengenai musik luar negeri). Kalau begitu kapan musik Indonesia bisa maju kalau terus-terus memberikan pengetahuan musik yang kurang cerdas?

Akhirnya masyarakat pun tidak bisa memberikan penilaian yang layak, apalagi jika musikalitas orang Indonesia kan banyak yang rendah, belum lagi yang tidak mengikuti perkembangan musik di luar Indonesia. Akhirnya masyarakat mau tidak mau meng-iya-kan saja dan menganggap itu performance yang bagus.

Seandainya saja masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan musik yang layak..

Hal ini tidak berarti gw ga mendukung kedua kontestan tersebut. Mereka pun mempunyai nilai-nilai yang layak untuk dipertahankan.. Dan jika saja kedua kontestan tersebut memilih materi lagu yang lebih sesuai dan lebih tepat, pastinya mereka berdua akan lebih bagus lagi. Mereka mungkin saja bisa menang dengan konten yang sesuai dengan image dan citra mereka, bukan dengan konten palsu yang dipaksakan ke masyarakat agar terkesan hebat. Emangnya mau dibilang menang karena menang popularitas saja, bukan karena kehebatannya dalam bernyanyi?

Gw pun harus adil dalam memberikan penilaian karena gw di sini tidak mendukung siapa-siapa (meskipun ada yang favorit sih 😛 ) tetapi jika suatu performance jelek maka masyarakat harus adil dan berani untuk mengatakan kalau performance tersebut tidak bagus.

Sekarang tinggal bagaimana jurinya agar berani untuk menggali dan belajar lebih banyak mengenai musik luar agar semua hal tidak langsung dikatakan layak untuk dikonsumsi dan berani untuk mengatakan bahwa kontestan yang mereka dukung juga sebenarnya bisa salah.

apakah gw akan tetap melanjutkan untuk menonton acara ini? maybe yes.. maybe no.. tergantung bagaimana acara tersebut dikembangkan.. karena sejujurnya kontestan-kontestan tidak ada yang bermasalah, tetapi lebih ke masalah format acara dan penjurian.. (gw bahas di post selanjutnya yak 😛 )

 

NB:
sekalian mengungkapkan gw merasa kecewa kalo eRKa malah tereliminasi malam itu hahaha. Padahal malam itu eRKa sudah jauh lebih bagus dari minggu lalu dan malah CMD minggu ini koq kurang banget.. gw pikir CMD bakal tereliminasi kali ini dan eRKa tidak jadi tereliminasi malam itu, yaa nasib mau dikata apa lagi.. hahaha. Padahal konten mereka jauh lebih bagus minggu ini daripada minggu lalu.

Yaa sepertinya Indonesia masih belum siap untuk menerima lagu dalam format band, secara pemahaman Indonesia mengenai lagu-lagu format band masih kurang banget, apalagi dalam hal lomba. 😦

Iklan

2 pemikiran pada “Favoritism Juri, Profesional Kah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s