Salah Jurusan…

Sebenarnya kenapa mahasiswa itu bisa salah jurusan sih?

Bagi mahasiswa-mahasiswi yang selama masa kuliahnya lancar-lancar saja, mungkin heran melihat teman-teman seperjuangannya yang mengalami kesulitan selama masa kuliah.. (bahasa kasarnya: koq bego banget sih looo)

Tapi ada baiknya dong jika kita memahami sudut pandang mahasiswa (mahasiswa agak lemot) yang merasa salah jurusan.. seperti gw salah satunya ehem..

Tulisan ini juga terinspirasi dari pengalaman gw dan juga temen-temen gw yang juga mengalami masa kuliah dan merasa salah jurusan.

Dari kedua teman gw inilah, gw merasa memiliki suatu persamaan dengan mereka sehingga gw merasa hal ini seharusnya bisa dihindari jika ingin memilih jurusan (atau bahkan memilih suatu keputusan atau jalan hidup)

Mari kita lihat teman pertama gw. Sebut saja namanya si A.
Si A ini jurusan Hubungan Internasional (HI FISIP). Mungkin bagi yang mengerti, HI itu pastinya belajar bagaimana cara menjalin hubungan diplomatik antar sesama negara dengan baik. Pastinya di sini belajar isu-isu yang dihadapi negara sendiri dan juga negara lain dong sehingga kerja sama antar negara dapat terjalin dengan baik.

Sayangnya teman gw ini ga tau sama sekali apa yang akan dia pelajari saat mendaftar kuliah.
Begitu uda masuk kuliah.. waduhh ga sesuai ekspektasi dia sama sekali.
Mau pindah jurusan juga udah tanggung banget ya.. kuliah sudah berjalan dua tahun.. tinggal dua tahun lagi mustinya sih lulus (akhirnya malah telat lulusnya dan ga jadi 4 tahun deh lulusnya lol)
Menyedihkan ya..

Sekarang, mari kita lihat teman kedua gw. Sebut saja namanya si B.
Si B ini jurusan Informasi Teknologi (IT). Mungkin bagi yang mengerti, IT itu pastinya belajar cara membuat program komputer dengan cara kode-kode yang pastinya aduhaii sekali untuk dipandang. Untuk basic awal tentunya harus mengerti setidaknya penggunaan program seperti Turbo Pascal. Dan ga hanya cukup itu saja, tapi harus juga mengerti logika bahasa pemrograman komputer. Bagi yang ga ngerti tentu saja pusing banget @.@ (mamam dah tuh kode-kode) (gw aja dari jaman sma ga ngerti karena merasa ribet, dan baru mengerti pas harus ngambil mata kuliahnya di jurusan gw.. dan itu pun ngertinya setelah ngulang kedua kalinya huehehe )

coding-is-as-much-craft-as-science

Sayangnya temen gw yang ini juga ga mengerti sama sekali apa yang akan dia pelajari saat mendaftar kuliah.
Dia pikir IT itu belajar hardware komputer dan perangkat-perangkat komputer.
Setelah mengikuti pelajarannya baru nyadar kalo ternyata isinya tentang coding-coding gitu.. (mamam dah tuh kode )
Pengen pindah jurusan tapi akhirnya ga dibolehin sama ortunya.. sayang banget yak..
gw bisa nangis darah kali ya ga bisa pindah jurusan huhu

Terakhir, mari kita lihat kehidupan gw sendiri.
Gw jurusan Teknik Industri (TI). Mungkin bagi yang mengerti, TI itu pastinya akan lebih bekerja di daerah industri, yaitu daerah yang banyak pabriknya. Belajar pun akan akan mengenai hal-hal seputar pabrik dan mengenai mesin-mesin (meskipun ini salah lohh hahaha.. mesin mah belajarnya dikit)

Cooperation

Sayangnya oh sayangnya.. gw juga ga mengerti sama sekali apa yang gw bakal pelajari saat kuliah nanti.
gw mikirnya, industri nantinya belajar tentang industri secara general.. industri kan banyak jenisnya pikir gw.. ga terlintas sama sekali bahwa akan belajar mengenai hal-hal seputar pabrik.
Setelah mengikuti perkuliahan, gw baru ngerti kalo hal yang gw pelajari itu mengenai perancangan dan optimasi sistem.. tidak berlaku hanya pada pabrik saja, tetapi juga bisa diterapkan pada perusahaan secara umum.
Sekilas kalo dipikir lebih mirip manajemen, tapi percaya deh.. anak teknik itu lebih ribet belajarnya.. banyak itungannya


Banyak hal yang dipelajari di teknik industri dan menjadi gado-gado gitu deh.
Bahkan sampe sekarang ada beberapa yang pelajaran yang gw udah ambil tapi tetep merasa ga terlalu penting bagi gw.. hadeh.. bikin ribet aja deh.
tujuannya sih supaya bisa bekerja sama dengan departemen lain dalam merancang sistem yang baik dan benar.. tapi yaaa begitulah.. ribet..

Sejak gw ngobrol dengan kedua teman gw inilah, gw merasa harus hati-hati dalam mengambil keputusan. Jangan sampai mengambil suatu keputusan tetapi tidak mengetahui resiko yang harus dihadapi dan menurut gw, hal-hal seperti ini memang harus dipikirkan matang-matang dengan penuh pertimbangan.

Untuk yang yang masih SMA yang sedang baca hal ini, jangan sampai salah jurusan yak.. pastikan kalian paham betul apa yang kalian akan pelajari dan bidang yang nantinya akan ditekuni saat mengambil jurusan itu.
Dan sesuaikan kemampuan kalian dengan jurusan yang kalian akan tekuni. Jangan sampai matematikanya jelek banget, eh malah ambil teknik.. atau ga kuat hapalan, eh malah ambil hukum atau kedokteran..
tapi terserah kalian sih.. kemampuan orang juga bisa berubah saat kuliah dan nanti kalian juga akan belajar dengan sendirinya (dari yang tadinya ga ngerti malah jadi ngerti)

Dari pengalaman ini, gw pun menyadari hal ini bisa diterapkan juga untuk pemilihan keputusan.. jadi ga hanya untuk pemilihan jurusan saja yaa.. yang pasti gw jadi sadar untuk mempertimbangkan keputusan gw baik-baik.
Gw juga jadi tidak bisa mengambil keputusan jika didesak. Makanya sekarang jika ada orang yang menyuruh gw untuk mengambil keputusan sekarang, biasanya gw jadi galau sendiri dan akhirnya malah ga jadi ngambil (meskipun kadang nyesel, tetapi kadang juga bersyukur lol)
intinya sih gw ga boleh nyesel karena keputusan kan di tangan gw sendiri. daripada nyesel, mending lain kali belajar dari pengalaman sehingga lain kali bisa mempersiapkan diri.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s