Forever Alone.. (??)

Originally posted on 9th January 2012

 

scaled

yup, kalo orang yang sering internetan mustinya tau emoticon di atas dong?
That is called forever alone guy, di mana dia ga punya temen siapa2, pasangan aja ga punya alias single..

Postingan gw kali ini bukan cerita mengenai bagaimana menderitanya hidup single atau desperate sekali untuk mencari pasangan..
Tetapi untuk bertanya dan berdiskusi bagaimana ya rasanya ntar jadi tua?

Gw cerita aja begini, kakek gw baru dua bulan lalu kena stroke.. Tentu seiring berjalannya usia, orang akan bertambah tua secara fisik.
Ya kalo dipikir sih ya iya lah ya, namanya juga makhluk hidup lama2 juga mati..
Tapi apakah Anda sudah berpikir secara mental?
Bagaimana caranya Anda mempersiapkan diri menghadapi faktor bertambahnya usia tersebut?

Hal itu ga sempet terpikirkan oleh bokap sampai tiba2 kakek gw kena stroke.. It is a huge wake up call.

Pas gw jogging bareng bokap gw, bokap gw baru cerita panjang kalo bokap gw ternyata takut menghadapi masa2 penuaan. Bagi yang punya kakek sama nenek yang tua banget pasti mengalami masa-masa ini, yaitu susah untuk merawat orang tua. Bokap gw itu cerita kalo kakek gw memori jangka pendeknya uda mulai lemah.. Bayangkan aja, kakek gw aja lupa kalo ada yang namanya Bank Mandiri..

Kemudian kakek gw juga uda mulai susah makan, salah makan aja bisa berpengaruh ke fungsi hati dan ginjal.. Udah gitu yang awalnya masih bisa jalan sekarang jadi susah sekali jalan..

Bokap gw terus mulai cerita (mungkin sengaja bercerita) gimana ya rasanya seandainya orang itu menjomblo alias ga nikah? Bokap gw bilang kakek gw masih beruntung karena masih punya anak-anak yang masih rela untuk mengurusi kakek gw. Kalo ngga kan kakek gw bisa aja dibiarin aja, atau cuman satu orang saja yang ngurusin.
Gw jadi takut denger hal itu, apalagi gw (dan kita sebagai plu) kan seandainya memilih jalan plu berarti tidak akan punya anak untuk mengurusi kita juga. Seandainya kita sudah tua, siapa ya yang bakal mengurusi kita?

Iklan

Satu pemikiran pada “Forever Alone.. (??)

  1. Well emang kita sebagai PLU bakal gitu sih selama ga dikasih hak buat merit dan adopsi anak…
    I think the solution is to create friends who are like family le, the one we can trust and get our back. Or if we’re lucky enough, we would have our significant other to take care of us 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s